Al Banyumasy

Terus berusaha menjadi salafy sejati…

Buat usaha?

Ditulis oleh Admin di/pada Agustus 14, 2007

 Tulisan ini saya tulis di Banyumas Forum.

Bukan sok pinter, cuma urun rembug, boleh ya..
Lapangan pekerjaan sangat dibutuhkan, tapi kalau berharap ada lapangan pekerjaan baru, berarti ngarep-arep kedatangan investor. Lebih baik ciptakan para pengusaha. Berikut ide saya, yang mungkin sudah pernah dijalankan oleh pemda:
1. Pelatihan wirausaha
Setiap desa wajib mengirimkan 2 orang peserta untuk mengikuti pelatihan. peserta ini sudah melalui seleksi, jadi berangkat dibiayai desa. termasuk biaya untuk praktek di desa juga ditanggung desa. jgn sayang untuk membiayai calon pengusaha..  . satu tema per pelatihan. Praktek di pusat pelatihan harus dipraktekkan di desa asal peserta dan dilakukan monitoring. jangan dilepas karena masyarakat kita masih perlu dituntun bahkan ditarik sampai usaha itu menghasilkan. Instruktur wajib mengunjungi setiap desa asal peserta untuk monitoring dan bimbingan.
2. Materi pelatihan
Materi pelatihan dibuat saling terkait, baru kemudian yang berbeda.
a. pembuatan pakan ternak untuk unggas
diharapkan peserta pelatihan bisa membuat industri pakan ternak, yang mana dalam skala sedang bisa menyerap tenaga kerja diskitarnya. untuk pemasaran jelas potensial karena banyak peternak ayam di daerah banyumas dan sekitarnya yang selama ini pakan ayam dipasok dari industri besar yang mungkin saja justru dimiliki oleh orang asing. Tentu saja tetap perlu mediator dari pemerintah yang membantu pemasaran ini.
b. Pembuatan pupuk kandang/organik
Kebutuhan akan pupuk organik semakin besar, mengingat sekarang mulai banyak petani (berdasi ) yang bertani menggunakan pupuk organik. Tapi untuk materi ini distudi lebih dulu tentang peluang pemasarannya. Karena akan sulit bagi peserta untuk memasarkan sendiri. Harus ada mediator yang bisa membantu memasarkan sehingga setelah usaha terbentuk dan menghasilkan pupuk siap pakai, sudah ada yang siap membeli. Tentunya tidak lepas dari peran pemerintah yang jelas-jelas memiliki akses untuk ini. Bahan pupuk organik tentu saja bisa memanfaatkan dari sampah organik yang begitu banyak.
c. Pembuatan snack/makanan ringan
Snack/makanan ringan dalam bentuk potatoes, chiki, taro, pilus yang notabene konsumennya adalah anak2, mayoritas disuplay oleh industri besar. Padahal kalau di tiap desa ada industri makanan ringan ini, maka banyak menyerap tenaga kerja. Tentu saja yang dibutuhkan di sini adalah resep dan cara membuat snack/makanan ringan tersebut. Kemudian peralatan untuk mengolah/memasak. Kemudian Kemasan. Tidak banyak yang tahu tekhnologi kemasan seperti taro, chiki. Juga kemana mencari bahan kemasan. Kemudian sealer untuk merekatkan bungkus makanan. harga untuk alat kemasan ini lumayan mahal. Panitia sudah menstudi dulu kemana mencari alat2 ini.
d. Pembuatan kue
Kalo membuat kue cake, bolu, apem dan kue tradisional, sudah banyak yang bisa. Sekarang membuat kue yang dikemas plastik dan dijual di toko-toko, minimarket, supermarket juga dikonsumsi besar-besaran saat lebaran, itu mayoritas dibuat oleh perusahaan besar seperti Mayora, URC, Nissin, Nabisco, Roma, dll. Untuk skala besar memang butuh mesin canggih dan teknologi tinggi. Tetapi untuk industri kecil, menengah, tentunya bisa diproduksi secara manual. Tentunya tidak lepas dari peran pemerintah untuk mendatangkan istruktur yang ahli dalam bidang ini.
3. Peserta Pelatihan
peserta adalah duta yang dibiayai desa baik untuk transport pelatihan, biaya praktek dan peralatan praktek di desa. Peserta yang berangkat sudah melalui seleksi di tingkat desa. Peserta yang sudah pernah berangkat tidak boleh mengikuti pelatihan pada materi yang lain kecuali dengan biaya sendiri.
4. Semua biaya pelatihan di pusat pelatihan ditanggung pemda kabupaten Banyumas.
5. Lama pelatihan disesuaikan materi dan dilaksanakan setiap hari.
Dari tiga jenis pelatihan di atas, diharapkan akan ada kemajuan sebagai berikut :
(apabila di kab. Banyumas ada 100 desa)
a. terbuka lapangan usaha baru 50 unit dalam bidang pembuatan pakan ternak
b. terbuka lapangan usaha baru 50 unit dalam bidang pembuatan snack/makanan ringan
c. terbuka lapangan usaha baru 50 unit dalam bidang pembuatan kue
Mengapa 50 unit? Diperkirakan dari 100 desa yang mengirim 2 orang peserta, sehingga semua 200 orang, hanya 25% yang berhasil karena telaten dan konsisten mengikuti pelatihan
Apabila panitia intensif dalam membina dan ekstra monitoring sehingga tidak ada peserta yang gugur di tengah jalan sehingga berhasil semua, maka tiap materi tadi menghasilkan lapanangan usaha baru 200 unit.
Terlalu muluk-muluk yaa. Tapi itu bisa jalan kalau ada satu orang saja dari aparat pemda yang punya itikad dan tekad kuat untuk mensejahterakan rakyatnya. Artinya dia akan berusaha dengan cara apapun agar rakyatnya punya penghasilan.Muluk-muluk lagi? Tidak, kita miskin karena apa yang kita pakai dan kita makan dibuat oleh investor asing. Coba kita yang buat, tentunya uang mengalir ke kita kan?

Mohon maaf dan koreksinya.kesuwun.. .

Satu Tanggapan ke “Buat usaha?”

  1. sujud satria berkata

    wah ..ok juga tuh,, kira 2, bisa direalisasikan .. ya?

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>