Al Banyumasy

Terus berusaha menjadi salafy sejati…

Salafy harus cermat

Ditulis oleh Admin di/pada Oktober 28, 2007

Ana blogwalking, yah, rumit juga. Kondisi salafy menjadi rumit karena butuh kecermatan ekstra agar tidak salah memilih kajian, maupun teman. Kalau dulu, kita akan dengan mudah mendapatkan kajian salafy, sekarang justru sulit untuk menetapkan bahwa suatu kajian benar-benar salafy. Bukan hizbiyah. Tentunya untuk mengetahuinya butuh analisa terlebih dahulu, baru kemudian bisa mengerti.

Di masjid Pusdiklat Dewan Dakwah Indonesia (DDII) rutin diadakan ta`lim yang dihadiri oleh ikhwan/akhwat di daerah Tambun dan sekitarnya. Justru di sana banyak teman-teman ana setelah ana hijrah ke Bekasi dari Purwokerto. Kini menjadi jelas bahwa DDII adalah organisasi hizbiyah karena menerima dana dari yayasan di Timur Tengah. Jadi bingung juga, bagaimana kajian di sana yang kebanyakan hadir adalah ikhwan salafy? Apakah yang hadir tidak menyadari, ataukah memang benar-benar salafy? Tentu saja butuh penelitian kembali tentang ustadz yang mengisi kajian dan manhajnya.

Di Masjid At Taqwa BPN Lippo Cikarang juga mengadakan bedah buku dengan pemateri Abdul Hakim bin Amir Abdat. Beliau juga mendapat kritik tajam dari teman-teman salafy di internet, karena cara-cara Abdul Hakim dalam menjelaskan suatu hadist lebih banyak menggunakan pemikiran sendiri. Sudah seperti seorang syaikh. Padahal yang hadir di ta`lim di masjid At Taqwa tersebut adalah ikhwan salafy di daerah cikarang dan sekitarnya. Seperti menjadi barometernya keberadaan salafy di Cikarang.

Benar-benar kita harus cermat dalam memilih kajian. Semoga Allah subhanahu wata`ala senantiasa memberikan petunjuk kepada kita semua agar tetap menetapi jalannya para salafush sholeh, jalannya ahlus sunnah wal jama`ah.

Apabila teman-teman ada yang bisa share pengetahuan tentunya akan dengan senang hati ana terima, yang ma`ruf tentunya. Sukron.

19 Tanggapan ke “Salafy harus cermat”

  1. benbego berkata

    salam kenal dulu aja mas. belum bisa bantu. ilmunya masih cethek!
    _____________________________________

    Salam kenal kembali. arigatoo, anata kimashita.

  2. alief berkata

    repot ya… mau dapat ilmu yang benar aja, susah… memang meniti kebenaran itu gak gampang, hehe

    ———————-
    Eh, gimana kabarnya, dah lulus ya.
    Begitulah, tapi menjadi semakin menarik minat untuk tahu yang haq

  3. Sebenarnya tidak repot, asalkan kita selalu meenggunakan dan berpegang kepada dalil yang shahih serta pemahahaman yang benar. Segala berita itu dikonfirmasi kebenarannya dan bagaimana dampak dari berita tersebut.

    Misalnya DDII disumbang dari yayasan Timur Tengah. Benarkah demikian? Adakah konfirmasi dan lain-lain dari DDII? Dan kalo memang benar, apakah menerima sumbangan dari yayasan yang dianggap hizbiyah menyebabkan secara otomatis yang menerimanya juga menjadi hizbi?

    Ini sungguh aneh bagi kami, karena menurut yang kami ketahui, penyebab seseorang menjadi hizbi itu pemikiran dan tingkah lakunya sesuai dengan hizbi. Apalagi menamakan sesuatu yayasan itu hizbi, ini sama saja mengatakan (sebagian besarnya) pengurusnya juga hizbi. Apakah demikian?

    Apalagi orang yang meminjam tempat di masjid yayasan itu untuk mengadakan Ta’lim, apakah otomatis menjadi hizbi juga? Ini lebih aneh lagi. Apakah karena meminjam masjid untuk mengaji di masjid BNI Pusat juga fasik lantaran itu milik bank ribawi?

    Kami kira tidak. Sepengetahuan kami, bukan demikian Islam mengajarkan kita. Oleh karena itu wahai saudara2ku, renungkanlah dan bersikaplah arif mengenai masalah ini.

    Maaf telah membuat komentar yang panjang, hanya sebatas bahan untuk menjadi renungan lebih lanjut mengenai masalah ini. Jazakallah khair kepada pemilik blog.

    ____________________________________________

    sukron, sudah mampir
    yang antum sampaikan juga sama dengan yang ana pikirkan. dan tentu saja menjadi repot karena sekarang diperlukan energi lebih untuk bisa memahami salaf sebenar-benarnya salaf. Kalau dulu, tahun sebelum 2003, yang ana ketahui salaf adalah satu. Maka ana ketahui bahwa Ja`far Umar Thalib, Ust. Jawas. Ust Sewed dll itu adalah satu barisan. Ketika ada suatu pertanyaan, maka kita akan menengok ke ma`had2 yang ada di Jogja dan Solo. Itu dulu.
    Sekarang ana mendapati, mereka berpisah, berjalan diatas jalan masing-masing. Sebagai orang biasa, tentunya ana harus menetapkan siapa yang masih menetapi jalan salaf seperti sebelum mereka berpecah? Apakah saya ikut kelompoknya Ja`far Umar Thalib, ataukah Ustad Jawas Ataukah Ustad Sewed?
    Sekarang yang menjadi pertanyaan saya, apakah yang menyebabkan barisan salaf menjadi terpecah? Kelompok manakah yang masih menetapi jalan seperti sebelum terpecah dan kelompok manakah yang meninggalkan jalan salaf yang dulu?
    Bila ada kesempatan, ana ingin posting tentang hasil pengembaraan ana ke blog/website, baik itu yang dalam barisan Ustad Jawas, maupun yang dalam barisan Ustad Sewed. Kalau Ja`far Umar Thalib, sedikit yang memperselisihkannya karena kebanyakan dari salaf memang meninggalkan dia, jadi ana pun tidak ada keragu-raguan di dalamnya.

  4. As-Salafy berkata

    Bismillah,
    Hayyakumullah, ini kunjungan balasan kami.
    Ternyata komentar antum di blog kami didahului tulisan ini disini, walhamdulillah.
    Kami lanjutkan komentar kami ini di blog kami http://satusalafy.wordpress.com

    _____________________________

    Sukron, sudah mampir.
    Antum sangat bersemangat dalam masalah yayasan ini. Blog antum baik yang lama maupun baru tetap menjadi referensi investigasi pribadi saya.

  5. [...] oleh As-Salafy di/pada Desember 20, 2007 Karena menjadi panjangnya komentar yang kami tuliskan di blog saudara kami ini dalam kunjungan balasan kami, maka kami lanjutkan saja komentar kami disini, sekaligus agar menjadi [...]

  6. Diqra al Garuti berkata

    Assalamu’alaikum
    Numpang Silaturahmi dari ikhwan garut

    Akh kayaknya buat kita2 yg masih awam ini mending nulis atau bahas ttg mslh yg lain aja deh..karena diluar sana musuh2 salaf banyk yg menyerang kita sperti HTI, IM, Sufi, dll.mending kita patahkan hujjah2 mereka saja insy4jJ lbh bermanfaat.
    stau ana mereka memanfaatkan perselisihan ini agar menjauhkan umat dari dakwah tauhid..kasian masyarakat yaa Akhi..mereka sebenarnya berteriak2 dibawah “ajarkan kami tauhid” mereka bingung jk diberi hal2 fitnah semacam ini.yg ada justru mereka lari dari dakwah tauhid ini waliyyadzubillah (smoga jgn terjadi).sudahlah fitnah yg sedang ada skrg jika msh duduk jgn dibuat berjalan jika masih jalan jgn dibuat berlari..yg duduk lebih utama dari yg berlari..ana sendiri pun jg sbnrnya kl bl buku/mp3 dr 2 barisan tsbt kok&ana ambil ilmunya.&jk ada tahdzir2an ana tdk bgt pedulikan karena ana merasa msh bodoh.ana jg kl bk internet atau download dr 2 barisan itu jg kok & alhamdulillah ana jg bs mngmbl ilmunya jazakumulloh kepada mereka.
    & ternyata salaf kt jaman dahulu pun jg berselisih tp berselisih mrk jg pnh dgn kasih syg&lemah lembut.ana kasih contoh ttg Muawiyyah & Ali Rodhiallohuanhum apakah diantara kubu mereka ada yg saling mengkafirkan??tidak karena mereka saling menyayangi..afwan ini hanya pendapat pribadi ana.smoga tidak bertentangan dgn syariat.&jk ada yg bertentangan pun harap bs mengkritik dgn lemah lembut..
    mari kita sbarkan dakwah tauhid&kt tahdzir dakwah2 syirk&fanatisme hizbiyyah dholalah..
    Barokallohfiyk Jazakallah
    salam dr akhuka salafy garut
    ilmu-amal-dakwah-sabar
    http://www.diqra.wordpress.com

    __________________________________________________________________________

    Wa`alaikummussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh

    Sukron sudah mampir di gubuk ana yang masih sederhana

    Apa yang antum sampaikan sejalan dengan apa yang ana alami, yakni ketika istri ana bertanya tentang perselisihan ini. apakah perselisihan ini begitu penting untuk masyarakat bawah yang baru bersemangat menghadiri majelis ta`lim salafy? Seperti di daerah ana di Cikarang Bekasi, kajian yang berkembang justru dari salafy yang banyak ditahdir. Buat yang sudah mapan aqidah salafynya, memang perselisihan ini bisa menambah wawasan tersendiri.
    Ana tertarik mengunjungi blog/website yang mengupas tentang fitnah sururi, ihya ut turats, al sofwa. Sangat bermanfaat buat ana, menambah wawasan. Ana juga mengunjungi blog/website mereka yang mendapatkan tahdir. Ana juga tidaklah membesarkan persoalan ini, karena ana bukanlah aktor yang pernah bermuamalah dengan yayasan tersebut. Akan tetapi ada beberapa point penting yang ana tampilkan dalam blog ana yang menunjukkan bahwa ana memiliki interest terhadap topik tersebut dan butuh masukan dari banyak teman-teman. Sehingga tidak hanya informasi sepihak dari blog yang saya ambil materinya.

    Sukron

    Wassalaamu`alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

  7. Kayanya tentang pemakaian istilah Salaf dan Salafy nya harus lebih diperhatikan lagi mas..
    Biar g rancu dalam membacanya…Yang seharusnya dipake istilah Salafy..malah digunakan istilah Salaf..nanti bisa menimbulkan salah persepsi. Syukran..
    Termasuk judul diatas..seharusnya “Salaf(y) harus cermat”
    bukankah begitu? Afwan…

    ___________________________________

    Yuuup sukron
    ana ganti menjadi salafy harus cermat
    koreksi antum sangat bermanfaat

  8. abdul wahid berkata

    Assalamu ‘alaikum…

    Akhi, update tentang ust. Abdul Hakim Abdat nih…
    http://fakta.blogsome.com/2008/01/11/abdul-hakim-abdat-pakar-hadits-indonesia/

    Wassalamu ‘alaikum…

    Abdul Wahid

    =======================

    Wa`alaikummussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh
    Sukron atas informasinya. Langsung menuju link…

  9. abdul wahid berkata

    Tambahan,
    informasi tentang DDII yakni di
    - DDII bukan sekadar organisasi biasa
    http://fakta.blogsome.com/2007/01/06/ddii-bukan-sekadar-organisasi-biasa/
    - Antara DDII dan Yazid Jawas, bukan sekadar Ngaji
    http://fakta.blogsome.com/2007/04/02/antara-ddii-dan-yazid-jawas-bukan-sekedar-ngaji/
    Lumayan buat mengetahui DDII yang jadi tempat singgahan Yusuf Qardhawi pas ke Indonesia ini. Wallahu a’lam.

  10. handa berkata

    assalamu’alaikum,
    saya juga yang termasuk bingung dengan ini semua, tetapi akhirnya saya kembali yang pernah saya terima dari pengajian pengajian ustadz (ja’far, yazid, muhammad sewed dll) sewaktu masih bersama, bahwa yang namanya salafy adalah yang berpegang teguh dengan Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman salaf, walaupun dia hanya sendirian. jadi hemat saya kita tidak usah memikirkan perselisihan mereka para ustadz, selama yang mereka seru Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman salaf ya kita ambil. jangan sampai kita bilang hizbiyah tetapi sebenarnya kita juga hizbiyah. jangan karena pakai masjid punya hizbiyah terus kita anggap pengajian itu hizbiyah, kalau mengaca kebelakang di tahun 1994 disemarang kalau ngaji kita juga pinjem masjidnya orang NU, dan yang mengisi ya ustadz muhammad sewed, ja’far, yazid. trus di saudi sendiri jelas adalah sekutu amerika dan para Ulama kita banyak yang tinggal disana, apakah berarti Ulama kita sekutu amerika? kaan jelas tidak. jadi saran saya mending kita ambil ilmunya para ustadz, perselisihan mereka ngak usah kita ikut campur. maaf kalau komentar saya terlalu banyak dan tidak berkenan.
    wassalamu’alaikum

  11. Abu Harits berkata

    Assalamualikum

    ana termasuk ihwan baru yang baru tahu ada perselisihan salafy indonesia setelah ikut kajian salaf. tapi sampai sekarang ana lebih banyak mengikuti kajian Ustads Muhammad Umar As-Sewed.
    mengenai perselisihan ini… wallahua`lam

  12. febri kristianto berkata

    Ya ikhwan semua.saya jujur telah mengaji ke ustadz Abdul hakim bin Amir Abdat,ust Yazid Bin Abdul Qadir Jawas,Ust.Abu Qatadah,Ust.Abu Haidar,Ust.Muhtarom Abu Abdul Aziz,ust.Ali saman,Ust.Zaenal Abidin.selama mengiuti sejak tahunn 2001.Blm pernah saya dengar ada penyimpangan dari ustadz tersebut.mengenai DDII apakah salah kita menempati untuk da’wah salaf???sementara tempat lain tidak ada???apalagi kondisi salafy di indonesia banyak rintangan.
    apakah kesalahan masa lalu harus kita ungkit2 lagi???kalau mereka telah ruju’.Sejak dulu para ulama juga berselisih hingga sekarang ini.tapi mereka saling kasih sayang.

  13. syahbani berkata

    Alangkah baiknya kita hidup bermanfa`at untuk sekitar lingkungan, sayang ! mungkin ini oknum saja ada sebagian mengaku salafi tetapi di lingkungan tempal tinggalnya tidak memberikan manfa`at bahkan eklusif. Apakah Islam harus begitu atau karena sudah merasa menjadi alfirqotun najiyah shg tidak perlu bergaul dengan manusia walaupun samping kanan dan kirinya sesama islam. mohon maaf bila ada kata-kata yagn salah

  14. Assalamu’alaikum, Hentikanlah saling fitnah… mari kita ajak masyarakt indonesia ini yang masih banyak tersesat dalam kesyirikan. Mari kita habisi Syirik dengan Tauhid… Mari kita kita Habisi Bid’ah dengan Sunnah… Mari kita ajak masyarakat indonesia untuk kembali kepada Islam. Janganlah kita menulis sesuatu yang membuat masyarakat awam bingung dan justru akan menjauhi da’wah salafy. HENTIKANLAH AKHI…. kita tidaklah Ma’sum… Mari kita berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah… Jangan kita terbawa oleh kebiasaan ahlul bid’ah yang mana mereka kebanyakan taqlid terhadap ulamanya… Jangan kita meniru mereka… jangan kita tertipu oleh tipu daya Syaetan. Jangan kita taqlid terhadap Ustadz kita, Tapi Taqlidlah kepada Rasullulloh…
    Maaf jika tulisan ana banyak yang salah. karena ana juga kagak ma’sum. semoga kita selalu dalam lindungan-Nya. Wassalamu’alaikum.

  15. Ujang berkata

    Untuk ikhwan semua… sibukkan diri kalian dengan Ilmu, dengan Ilmu tersebut Insya Allah akan terlihat siapa yang berjalan di atas manhaj yang haq.

  16. Azzam berkata

    Dakwah salaf adalah dakwah sunah, berlapanglah dalam masalah ijtihad

  17. assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

  18. abu hilyah al atsary berkata

    Akhi……tak ada kata bingung, tak ada kata tak jelas, tak ada kata samar di dalam Al Haq baik dalam memahaminya maupun mengamalkannya, al haq adalah satu tak bercabang tak pula berjumlah apalagi berpecah….katakanlah yang haq tetap haq dari Rabb kita, dan yang batil tetap batil dari thoghut dan sejenisnya sehingga yang ada hanyalah di antara dua pilihan tidak ada yang ketiga…sekali lagi tak ada yang ketiga!!!apalagi keempat dan seterusnya……manhaj salaf adalah islam itu sendiri yang berarti al haq selainnya adalah batil sesat dan yang sejenisnya….permasalahan menjadi samar ketika al haq di rampas paksa tuk mengikuti hawa nafsu insani ataupun syaithoni…sehingga yang bodoh di bodohi karena tak bisa melihat al haq dan menjadikan kepribadian seseorang sebagai figur, dan yang ‘alim semakin gamblang perbedaan antar haq dan batil sehingga mengetahui kebejatan para penyembunyi ilmu dan penyelewengnya, semakin terang pula peperangan antar haq dan batil….akhi….Shabat ‘Ali Radliyallahu ‘anhu berkata : ‘Arifil haqo ta’rif ahlahu…..kenalilah alhaq anda akan tahu siapa pelaku al haq……al haq bukan di ukur oleh figur atau kepribadian seseorang akan tetapi al haq lah yang mengukurnya, ketika figur seseorang di jadikan barometer untuk mengenali kebenaran sehingga ia di sanjung-sanjung pengikutnya maka itulah hakikat kesesatan…sebagaimana di katakan oleh Syaikhul islam ibnu taimiyah di dalam al fatawa…..saya katakan kepada penulis blog ini untuk mendahulukan segala-galanya dengan ilmu…….apa yang antum tulis itu hendaknya antum fikirkan terlebih dahulu secara arif….tak hanya sebatas keluhan antum saja dengan tanpa memberikan solusi kepada ummat……upaya pun tak berfaidah…..ingat ambilah ilmu dari sumbernya……barokallahu fiekum

  19. As-Salafy berkata

    Assalaamu’alaykum warahmatullah,
    lama tidak update akh?

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>