Usaha Tambahan
Ditulis oleh Admin di/pada Januari 29, 2008
Artikel ini ana susun berdasarkan pengalaman pribadi ana. Semoga bermanfaat bagi teman-teman. Sekarang berhenti karena ana sedang tugas keluar.
Tips Pertama.
Menjadi suplayer warteg/warung nasi.
Sistemnya adalah dengan mengantar pesanan pada pagi hari, kemudian menagihnya pada malam hari sekalian menerima pesanan untuk esok hari. Keuntungannya adalah, hasil tagihan bisa untuk belanja pagi2 sekali, kemudian dibungkus dan diantar.
Produk pertama: gula pasir, kopi
Produk lanjutan : beras, minyak goreng, terigu, telor dll
Produk lanjutan sesuai permintaan pelanggan. Biasanya terigu, gula pasir, minyak goreng sudah dalam bungkusan per kg. Sehingga antum belanja karungan/bal, kemudian dibungkus sendiri. coba dulu dengan warung nasi terdekat, baru dikembangkan seluas-luasnya.
Tips kedua
Menjadi suplayer Pedagang makanan (dagang pagi atau sore-malam)
Mereka adalah: Nasi goreng, friedchicken, martabak, donat/onde, gorengan.
Produk pertama: terigu dan minyak goreng
Produk lanjutan pokok: kertas pembungkus, kantong kresek, plastik, telor, mentega/simas, bumbu-bumbu, dll.
Biasanya terigu untuk gorengan berbeda dengan terigu untuk friedchicken dan martabak/donat.
Catatan: harga harus bersaing, tidak lebih mahal dari pasar.
Dengan cara diantar, maka akan membuat pedagang makanan bisa lebih lama beristirahat, karena mereka lelah berdagang.
Antum akan mendapat keuntungan dari selisih harga belanja yang karungan/bal, kemudian dibungkus dan diecerkan.
Ana tidak akan tampilkan perhitungan keuntungan, tetapi coba dikalkulasi sendiri. Tapi ana sudah jalankan dengan pelanggan martabak 3, gorengan 5, donat 1 friedchicken 1, nasi goreng1, warteg1. Masing-masing bisa belanja antara 3 ~ 15 macam. Maka cukup membantu untuk menutup transport kerja dan menambah setoran rumah.
Kuncinya memang ulet, sabar. Jangan terlalu mentarget, tapi jadikanlah itu hiburan. kadang harus jual rugi karena perubahan harga. Maka kita tidak tahu sebulan, setengah tahun, atau setahun kemudian, akan seperti apa jadinya perkembangan usaha tersebut.
Dan karena ini adalah kontinyu, maka pisahkan uangku dan uangmu. Maksudnya jangan sesekali mencampur uang pribadi dengan dagang ini karena akan membuatnya jadi kacau. Kalau keuangan terpisah, maka pertambahan seribu rupiahpun akan terlihat dan itu membuat kita semakin bersemangat. Tetapi kalau tercampur, pertambahan 50ribu rupiah pun tidak terasa, karena modal semakin menyusut.
Selamat mencoba.

Tongkonan berkata
Thanks atas info peluang dan penganlaman bisnisnya.