Al Banyumasy

Terus berusaha menjadi salafy sejati…

Fatwa Ulama Tentang Ihya Ut Turots

Ditulis oleh Admin di/pada Desember 23, 2007

Ini adalah cuplikan Fatwa Ulama tentang yayasan Ihya Ut Turots. Ana copy dan paste langsung dari blog http://turotsi.wordpress.com/ . Mengapa demikian? Karena baru dari blog tersebut ditemukan artikel yang memuat fatwa ini. Ana ingin mempelajari fatwa ini, dan semoga bermanfaat bagi ana dan bagi pembaca sekalian. Ana sangat menyayangkan, fatwa sepenting ini tidak dimuat di majalah Islam, termasuk As Sunnah. Kalau ana tidak sering browsing, tentunya tidak akan mengetahui fatwa ini.

Bagi teman-teman yang sudah pernah tahu lebih dulu tentang artikel ini, tentunya ana berharap pendapatnya. Apakah fatwa ini tidak tepat, tidak benar, atau …… Sekecil apapun pengetahuan antum akan bermanfaat bagi yang lain. Silahkan ikut membaca dan sama-sama mempelajari fatwa tersebut.

Ana sampaikan terima kasih, Jazakalloh khoiron katsiron, bahwa blog turotsi telah membagikan pengetahuannya tentang hal ini sehingga memberikan pengetahuan bagi yang lain. 

Berikut cuplikannya

FATWA PARA ULAMA TENTANG IHYA’ AT-TUROTS

Dikirim oleh webmaster, Sabtu 20 Mei 2006, kategori Fatwa-Fatwa

Penulis: Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi

sumber: http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1061

“BUKU EMAS”, itulah pujian dari para pendukung Ihya’ At-Turots terhadap tulisan Abu Abdil Muhsin Firanda Ibnu Abidin –semoga Allah Ta’ala memberi hidayah kepadanya dan kepada kita semua-. Di dalam bukunya Firanda menerapkan beberapa kaidah tentang masalah khilaf, hajr dan yang lainnya yang tidak didudukkan pada tempatnya. Dengan berbagai dalih –bukan dalil- ia mengemukakan beberapa alasan tentang pembelaannya terhadap “Jum’iyyah Hizbiyyah” ini sampai kepada tingkat -bukan saja membolehkan untuk mengambil dana darinya- bahkan menganjurkan untuk berta’awun bersamanya dan meminta dana darinya (Lerai …, hal.242).

Sebenarnya, syubhat dari Al-Akh Firanda ini termasuk syubhat yang sudah sangat klasik dan sudah dibantah oleh para ulama yang mengerti tentang seluk-beluk dan kenyataan yang terjadi di lapangan di berbagai negara, yang menimbulkan dampak yang amat negatif disebabkan masuknya bantuan dari yayasan ini. Karena permasalahan ini mulai dikaburkan kembali dan dimunculkan anggapan bahwa yayasan ini adalah yayasan yang dibangun di atas Manhaj Salaf, maka perlu kita ingatkan kembali kepada kaum muslimin sebagai bentuk pengamalan dari hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam : ”Agama itu adalah nasehat.”

Untuk itulah tulisan ini akan kami bagi menjadi beberapa bagian, disebabkan keterbatasan waktu dan sempitnya kesempatan untuk menulis, maka saya akan berusaha menulis secara bertahap dan memberi bantahan dan tanggapan terhadap “BUKU EMAS” yang sekarang ini menjadi pedoman setiap Turotsi. Akhirnya, kami tetap mengharapkan kritikan yang membangun dan bersifat ilmiah terhadap apa yang akan saya tulis, sebab setiap manusia tidak pernah luput dari kesalahan, namun yang terbaik tentunya yang bertaubat kepada Allah Ta’ala. Dan seorang Salafi adalah yang selalu menjadikan prinsipnya “Rujuk kepada kebenaran lebih baik daripada berkelanjutan di atas kebatilan”. Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan taufiq kepada kita semua, terkhusus kepada diri ana pribadi dan semoga Allah Ta’ala senantiasa memberi manfaat kepada kaum muslimin terhadap apa yang kami tulis dan senantiasa menjaga kita dari berbagai macam fitnah yang zhahir maupun batin. Amin, ya mujibas saailin.

FATWA ASY-SYAIKH RABI’ BIN HADI AL-MADKHALI –HAFIDHAHULLAH-

فتوى الشيخ ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله تعالى
(( والله يقولون بأن إحياء التراث تلتزم بالمنهج السلفي,لكن عليها مآخذ شديدة في الخارج أكثر من الداخل,وأرى أن التعاون معها تعاون ضد المنهج السلفي,فعليها أن تتوب إلى الله تبارك وتعالى وتلتزم المنهج السلفي باطنا وظاهرا وتعلن الحرب على هذا الغلو وعلى هذه المناهج مناهج سيد قطب.أما إمام إحياء التراث عبد الرحمن عبد الخالق يدافع عن الترابي وسيد قطب والبنا والمودودي وعيرهم من زعماء البدع والفتن ويبقى إماما مقدسا في قلب إحياء التراث.بارك الله فيكم.فهذا من أقوى القرائن على أن إحياء التراث ليست بصادقة في اتجاهها بالمنهج السلفي وآثار عبد الرحمن عبد الخالق معروفة هي ما تحمل المنهج السلفي بجدية وصفاء ونقاء .ومن أدلة أنها لا تلزم هذا المنهج أنها توالي التكفيرية في اليمن جمعية الحكمة وأمثالها وتوالي غيرهم توالي الإخوان المسلمين .أين جهودها في مواجهة هذا الفكر الإخواني لا هَمَّ له إلا السحب من المنهج السلفي .
أيها الإخوة,على كل حال ,نحن ننصح الشاب السلفي أن يدرس المنهج السلفي من الطرق الشريفة النظيفة ,وأنصح السلفي الصادق ألا يدخل إخوانه في دوامة الخلافات والقيل والقال وقد نصحتكم في مرات كثيرة أنكم ابتعدوا عن أسباب الخلافات ,فالتعاون مع إحياء التراث يؤدي إلى صراعات وخلاافات بينكم.
فالسلفي الصادق لا يغالط بدعوته وبإخوانه ويدخل بها في صراع الخلافات بارك الله فيكم.
نحن والله نتمنى من إحياء التراث أن تعود إلى رشدها وأن يكون أعمالها الخفية مثل أعمالها الظاهرة وهي– سلفية واضحة باطنا وظاهرا ترى آثار هذه السلفية في الخارج وفي الداخل .لكم مانرى هذا,أين هذا في بانجلاديش,وأين مثل هذا في السودان,وأين آثارها في بلدان بعيدة وإن كانوا يلبسون على الناس ,يلبسون على الناس ويقولون: نطبع الكتب وننشر كذا وكذا ……..(كلمة غير واضحة) بارك الله فيك
ليست مخلصة في نشر المنهج السلفي الذي رفع رايته رسول الله وصحابته الكرام وأتباعه أحمد بن حنبل وابن تيمية وابن عبد الوهاب .نجدهم ذكر الإخوان ,مجاملات,والسياسات وما شاكل ذلك.فلتتب إلى الله عز وجل من هذا المنهج .
تم هذا اللقاء في يوم الخميس الموافق الثامن من شهر الله الحرام عام 1426 .بعنوان: الوسطية في الإسلام
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

Terjemahannya
Syaikh Rabi Ibn Haadi : “Demi Allah, mereka mengatakan bahwa Ihya’ At-Turots komitmen dengan manhaj Salafi, namun ada beberapa kritikan keras atas mereka, dimana di luar – lebih banyak (kritikannya) – daripada di dalamnya. Aku berpendapat bahwa bekerjasama dengan mereka adalah bentuk kerjasama yang menentang manhaj Salafi. “

“Maka wajib atas mereka bertaubat kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala dan komitmen terhadap Manhaj Salafi, baik secara lahir maupun batin serta mengumumkan perang terhadap sikap ekstrim ini, terhadap berbagai manhaj, manhaj Sayyid Quthb. Adapun Imamnya Ihya’ At-Turots Abdurrahman Abdul Khaliq, yang membela At-Turabi (Hasan At-Turabi), Sayyid Quthub, Al-Banna (Hasan al Banna), Al-Maududi (Abul A’la Al- Maududi) serta yang lainnya dari para pemimpin bid’ah dan fitnah yakni Abdurrahman Abdul Khaliq) tetap menjadi imam yang dikultuskan dalam hati Ihya’ At-Turots. Barakallahu fiikum – Semoga Allah memberkahi Anda”

“Maka inilah data-data yang paling kuat yang menunjukkan bahwa Ihya’ at-Turots tidaklah jujur dalam mengarahkan dirinya kepada manhaj Salafi. Pengaruh Abdurrahman Abdul Khaliq telah diketahui dimana dia tidak membawa manhaj Salafi dengan sesungguhnya secara bersih dan murni. Diantara indikasi terkuat bahwa ia tidak komitmen dengan manhaj ini, bahwa ia bersikap loyal kepada kaum takfir di Yaman, Jum’iyyatul Hikmah dan yang semisalnya. Juga bersikap loyal kepada selain mereka, Ikhwanul Muslimin. Mana kesungguhan mereka dalam menghadapi pemikiran Ikhwani ini ? Mereka tidak punya keinginan (membantah pemikiran Ikhwan, pen) kecuali untuk menarik diri dari manhaj Salafi.
Ikhwan sekalian, yang jelas kami menasehati para pemuda Salafi agar mempelajari manhaj Salafi melalui cara-cara yang mulia dan bersih. Dan aku menasehati seorang Salafi yang jujur agar tidak menjerumuskan saudara mereka dalam berbagai perselisihan yang berkelanjutan, isu ini dan isu itu.”

“Aku telah menasehatkan kalian dalam banyak kesempatan agar kalian hendaklah menjauhkan diri dari berbagai sebab perselisihan. Bekerjasama dengan Ihya’ At-Turots akan mengantarkan kepada pergolakan dan perselisihan diantara kalian.
Seorang Salafi yang jujur tidak mempermainkan dakwahnya dan saudara-saudaranya dengan menjerumuskannya ke dalam pergolakan khilaf, barakallahu fiikum.”

“Kami –demi Allah- berharap dari Ihya’ At-Turots agar kembali kepada kebenaran dan agar amalan-amalannya yang tersembunyi seperti amalannya yang nampak.Yaitu menjadi Salafiyah yang jelas, batin maupun zahir, yang dapat dilihat pengaruh Salafiyyah ini baik di luar maupun di dalam. Namun kita tidak melihat ini, sejauh mana (pengaruh salafiyahnya) di Bangladesh, juga yang seperti itu di Sudan, juga pengaruhnya di berbagai negeri yang jauh. Walaupun mereka mengelabui manusia dan mengatakan: “Kami mencetak kitab, kami menyebar ini dan itu…..[1]. Barokallahu fiik. Tidak memurnikan dalam menyebarkan dakwah Salafiyah yang telah diangkat benderanya oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam dan para sahabatnya yang mulia serta orang-orang yang mengikutinya seperti Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Abdul Wahhab. Kami mendapatkan mereka (Ihya’ At-Turots, pen) memuji Ikhwanul Muslimin, basa-basi, berpolitik dan yang semisalnya. Maka hendaklah mereka bertaubat kepada Allah Ta’ala dari manhaj ini.”

Selesai pertemuan ini pada hari Kamis, bertepatan dengan tanggal 8 dari bulan Muharram 1426 H dengan judul : Sikap pertengahan dalam Islam.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

FATWA ASY-SYAIKH UBAID AL-JABIRI –HAFIDHAHULLAH-

فتوى الشيخ عبيد الجابري حفظه الله تعالى
(( أولا يا بني, نحن لا نتحدث إلا ببينة يستوي عندنا في هذا إحياء التراث وغيرها .لقد صح عندي بنقل الثقات منهم الشيخ عبد المالك رمضاني أن هذا موجود عندهم.ولا يزال عند بعض المنتسبين إليهم مثل عبد الله السبت ومحمد بن حميد النجدي .نعم. فهم أخفوا هذا عنكم,وكل جماعة منحرفة لا تعطي المنتسبين إليهم أول الأمر كل ما عندهم حتى جماعة التبليغ لا يبايعون على السلسلة الرباعية الصوفية وهي الجشتية والقادرية والسهروردية والنقشبندية إلا بعد اختبار ,نعم)).

Terjemahan
Syaikh Ubaid al Jabiri :
Jawaban beliau tatkala ditanya tentang pembai’atan yang terjadi di Jum’iyyah Ihya’ at-Turots:
“Pertama, wahai anakku, kita tidaklah berbicara kecuali dengan bukti, menurut kami dalam hal ini Jum’iyyah Ihya’ At-Turots atau yang lainnya. Dan telah sampai berita shahih menurutku dengan penukilan orang yang tsiqah (terpercaya), diantara mereka Asy-Syaikh Abdul Malik Ramadhani bahwa ini (bai’at) ada pada mereka. Dan masih saja ada pada sebagian orang yang menisbahkan dirinya kepada mereka seperti Abdullah As-Sabt dan Muhammad bin Humaid An-Najdi.

(Ini adalah transkrip dari kaset fatwa beliau oleh penerjemah, rekaman ada pada kami – penerjemah).

Iya, tetapi mereka menyembunyikan hal ini dari kalian. Dan setiap Jama’ah yang menyimpang pada awal kali tidak akan menyampaikan kepada orang-orang yang menisbahkan kepada mereka semua apa yang ada pada mereka. Bahkan Jama’ah Tabligh, mereka tidak membai’at berdasarkan empat serangkai Tarekat Shufiyah yaitu Al-Jusytiyah, Al-Qadiriyah, As-Sahrawardiyah,dan An-Naqsyabandiyah kecuali setelah melalui pengujian. Na’am (iya) …”

السائل: أثابكم الله,هل تنصحون الشاب بالدخول مع جمعية إحياء التراث في حلقة تحفيظ القرآن وبعض دروسهم؟ نرجو النصيحة؟
الجواب: أقول,بالنسبة للجمعية,نحن تكلمنا فيها ,أعني جمعية إحياء التراث وبينا ما يسعنا بيانا في أشرطة,منها في السعودية ومنها في الكويت وأظن أن أبا محمد وأبا عثمان حضرا بعضها .وآخر ما تكلمت فيه عن هذه الجمعية شريط أو مقابلة سجلت معي من قبل بعض الكويتيين وكان ذلك الشريط في عام 1422 ,وكنت أنا ذاك مشتركا في دورة علمية بحفر الباطن,فالكويتييون زاروا جيرانهم وأجروا مع ذلك الشريط وهو موجود,وأظنه في التسجيلات السلفية عندكم في الكويت.
والذي أدين الله به أنه لا يجوز التعاون مع تلك الجمعية ولا غيرها من الجمعيات المنحرفة ولو اشتراك في سلكها ولا الدراسة في مدارس خاصة بها ولا حلقات خاصة بها ,ولا يجوز التعاون معها في أشرطتها الدعوية ,لأن هذه الحمعية ثبت عندنا أنها حرب على أهل السنة بالكويت .وكذلك تحتوي فيمن تحتوي من أعضائها المكفرين مثل ناظم المصباحي التي تنضح أشرطته بالتكفير إن لم يكن كلها فكثير منها ومن هون أمر هذه الجمعية ولطف حالها فإنهم ردوا عليه قوله بشهادة العدول من إخوانها وأبنائنا الكويتيين ومنهم مشيخة السلفية الذين يعرفون حالها ونحن نقبل قولهم وقول أبنائهم وإخوانهم به ما يجري في الكويت وهم أعلم ومنهم أبو محمد الشيخ فلاح بن إسماعيل وأبو عثمان الشيخ محمد بن عثمان العمري وغيرهم من مشيخة السلفية في الكويت ,نعم.

Terjemahan
Berkata penanya: “Semoga Allah Ta’ala memberimu pahala. Apakah engkau menasehatkan seorang pemuda untuk masuk bergabung bersama Yayasan Ihya’ At-Turots dalam halaqah Tahfidzul Qur’an dan sebagian pelajaran mereka? Kami mengharapkan nasehat …

Jawaban
Syaikh Ubaid al Jabiri : “Aku katakan, tentang organisasi ini. Kami telah berbicara tentangnya.Yang saya maksudkan adalah organisasi Ihya’ At-Turots dan telah kami jelaskan semampu kami dengan penjelasan dalam beberapa kaset, diantaranya di Saudi dan juga di Kuwait. Dan dugaannku bahwa Abu Muhammad dan Abu Utsman hadir pada sebagian (majelis).Yang terakhir, aku berbicara tentang Yayasan ini dalam satu kaset atau pertemuan yang direkam bersamaku oleh beberapa orang Kuwait. Dan kaset itu (terekam) pada tahun 1422 H. Dan aku pada waktu itu ikut dalam Daurah ilmiyyah di Hafrul Batin. Maka orang-orang dari Kuwait mengunjungi tetangga mereka lalu mereka –bersamaan dengan itu- kaset itu ada, saya mengira ada di Tasjilat Salafiyah di tempat kalian, Kuwait.

Yang aku jadikan sebagai keyakinanku yang aku beragama pada Allah Ta’ala dengannya, bahwa tidak boleh bekerja sama dengan organisasi ini dan juga dengan organisasi yang lainnya dari organisasi-organisasi yang menyimpang, walaupun hanya ikut pada kegiatannya saja. Juga tidak boleh belajar di sekolah-sekolah khusus mereka dan tidak pula pada halaqah-halaqah mereka serta tidak boleh kerjasama dengannya dalam kaset-kaset dakwah mereka, sebab yayasan ini telah jelas pada kami bahwa mereka memerangi Ahlus Sunnah di Kuwait.

Demikian pula tercakup diantara orang yang bergabung bersama mereka dari para anggotanya orang-orang takfiri [2] seperti Nadzim Al-Misbahi yang kaset-kasetnya dipenuhi dengan takfir, kalau bukan semuanya, maka mayoritasnya. Dan siapa yang meremehkan keadaan organisasi ini dan menggampangkan keadaannya, maka sesungguhnya bantahan atasnya dengan persaksian orang-orang yang adil dari ikhwan kita, dan dari anak-anak kita di Kuwait.

Diantara mereka, para syaikh Salafiyah yang mengenal keadaannya dan kita menerima ucapan mereka dan ucapan anak-anak dan ikhwan mereka tentangnya terhadap apa yang terjadi di Kuwait. Dan mereka lebih mengetahui.Diantara mereka Abu Muhammad Syaikh Falah bin Ismail dan Abu Utsman Syaikh Muhammad bin Utsman Al-Umri dan yang lainnya dari para Syaikh Salafi di Kuwait. Na’am…”

(Ini adalah transkrip dari kaset fatwa beliau oleh penerjemah, rekaman ada pada kami – penerjemah)

FATWA ASY-SYAIKH MUHAMMAD BIN HADI AL-MADKHALI Hafidhahullah-

فتوى الشيخ محمد بن هادي المدخلي خفظه الله تعالى
السائل:يوجد لجمعية إحياء التراث جهود في مجال الدعوة ؟
الجواب: هل تعرفون هذه الجمعية وهل هي قائمة على النهج السلفي؟لا والله ما هي قائمة على المنهج السلفي,والله على المنهج الإخواني قائمة, وأصحابها متلونون .والذي نعرفه منهم لا يجوز لنا أن ندعه لحال من زكاهم ممن تجملوا له وهو لا يعرفه,فإن الله سبحانه وتعالى لم يكلفنا إلا بما علمنا .وهذه الجمعية حزبية والبيعة عندهم يسمونها العهد.أو يسمونها طاعة المسؤول .وانظروا إليهم في مواقفهم .فأينما شرقوا أو غربوا في العالم الإسلامي وغير الإسلامي لا تجدهم إلا يفرقون الدعوات السلفية.ما يجمعون,وإنما يأتون إلى التجمعات السلفية فيفرقونها ,وذلك بسبب المال الذي معهم.فنسأل الله العافية والسلامة .ولقد تكلمت في هذا في كثير من الأشرطة ولي في هذا كلام في شريطين في الكويت عندهم. الشاهد عبد الرحمن عبد الخالق ليس بخاف علينا ولا بخاف عليكم جميعا وهو شيخهم إلى هذه الساعة وإن حاولوا التنقل منه.فنسأل الله العافية والسلامة والكلام فيه يطول ولكن أكتفي بهذا ))

Terjemahan
Penanya berkata: “Apakah didapati pada Jum’iyyah Ihya’ At-Turots andil dalam bidang dakwah ?”

Jawaban
Syaikh Dr. Muhammad Ibn Hadi al Madkhali : “Apakah Kalian tahu Jum’iyyah ini? Apakah dibangun di atas manhaj Salafi ? Demi Allah dia (Ihya’ut Turots-pen) tidak dibangun diatas manhaj Salafi. Demi Allah dibangun di atas manhaj Ikhwani, para anggotanya adalah orang-orang yang mutalawwin/bermuka dua [3]. Adapun yang kami ketahui tentang mereka, tidak boleh bagi kita mendiamkan karena adanya orang yang memberi rekomendasi kepada mereka, dari orang-orang yang mereka (orang-orang Ihya’ turats-pent) berbasa-basi di hadapannya sementara mereka (yang memberi rekomendasi) tidak mengetahuinya.
Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak membebani kita kecuali dengan apa yang kita ketahui. Sementara organisasi ini adalah Hizbiyyah. Mereka mempunyai bai’at yang mereka namakan perjanjian atau mereka namakan “Ta’at kepada penanggung jawab (pengurus, pen).” Maka, perhatikanlah mereka dalam berbagai sikapnya! Kemanapun mereka pergi, ke Barat atau ke Timur, di negara Islam atau selain negara Islam, kalian tidak mendapati mereka melainkan mereka memecah-belah dakwah Salafiyah.

Mereka (Ihya’ At-Turots) tidaklah mempersatukan, namun mereka mendatangi perkumpulan Salafiyah lalu memecah-belah diantara mereka. Dan itu disebabkan karena harta yang ada pada mereka. Kita memohon kepada Allah Ta’ala ‘afiyat dan keselamatan. Aku telah membicarakan ini di banyak kaset, dan aku juga telah berbicara dalam dua kaset di Kuwait, di (negeri) mereka.

Intinya, Abdurrahman Abdul Khaliq tidak tersamarkan bagi kita dan tidak tersamarkan pula oleh kalian semuanya bahwa dia adalah Syaikh mereka (Ihya’ at Turats) sampai saat ini, walaupun mereka berusaha berpindah darinya.

Kita memohon kepada Allah Ta’ala afiyat dan keselamatan. Pembicaraan seputar masalah ini panjang, namun aku mencukupkan hingga di sini.

(Ini adalah transkrip dari kaset fatwa beliau oleh penerjemah, rekaman ada pada kami – penerjemah)

FATWA SYAIKHUNA MUQBIL BIN HADI –RAHIMAHULLAH- (1)

فتوى الشيخ مقبل رحمه الله تعالى
((جمعية إحياء التراث علمها هو جمع الأموال ثم بعد ذلك تجميع الناس معهم وإلى دعوة ديمقراطية .ليس الخلاف بيننا وبينهم من أجل المال, وليس الخلاف بيننا وبينهم من أجل المراكز وليس الخلاف بيننا وبينهم من أجل المرتفعات العسكرية وغيرها.الخلاف بيننا وبينهم أنهم يدعون إلى الديمقراطية وهكذا أيضا الإخوان المفلسون يدعون إلى الديمقراطية ويريدون أن يصوروا للناس من أنها إسلامية, والله المستعان)).

Terjemahan
Syaikh Muqbil ibn Hadi rahimahullah : “Jum’iyyah Ihya’ At-Turots ilmunya adalah mengumpalkan harta, kemudian mengumpulkan manusia agar bersama mereka dan mengajak kepada Demokrasi. Bukanlah perselisihan antara kita dan mereka (Ihya’ At-Turots) disebabkan karena harta. Dan bukanlah perselisihan antara kita dan mereka (Ihya’ At-Turots) disebabkan karena markaz (pondok pesantren) dan bukan perselisihan antara kami dan mereka dalam masalah tingkatan ketentaraan.

Perselisihan antara kita dan mereka (Ihya’ at-Turots) adalah karena mereka menyeru kepada Demokrasi. Demikian pula, Al-Ikhwan Al-Muflisun menyeru kepada Demokrasi. Mereka hendak menggambarkan kepada manusia bahwa itu adalah cara Islami. Wallahul musta’an”.

FATWA SYAIKHUNA MUQBIL BIN HADI –RAHIMAHULLAH- (2)

فتوى الشيخ مقبل رحمه الله تعالى:
السائل: كما سمعتم فقد اتصلت جمعية إحياء التراث ببعض المشايخ مثل الشيخ ابن باز وعبد المحسن العباد وابن عثيمين وعبد الرحمن جبرين واستطاعت إلى الأخذ بتزكية شفوية من الشيخ ابن باز حفظه الله ,حيث ذكر أنها جمعية طيبة فتعاونوا معهم فإن أخطؤوا فبينوا أخطاءهم ,انتهى كلامه بالمعنى ولما سمعوا ما أرادوا خرجوا ….(كلمة غير مفهومة) كشبهة بعض إخواننا هناك أنهم يقولون :إذا كانت هذه الجمعية صاحبة شر وضلال فكيف يزكيها هؤلاء المشايخ .فيا شيخ ماردكم على هذا؟
الجواب: الحمد لله صلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ,اشهد ألا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له ,أما بعد:
فعلماءنا الأفاضل حفظهم الله تعالى يأتي صاحب الجمعية إليهم ويقول : يا شيخ نحن نهتم ببناء المساجد وبفتح مدارس تحفيظ القرآن وبكفالة اليتامى وبحفر الآبار وغير ذلك من الأفعال الحميدة الصالحة فالشيخ ………(كلمة غير واضحة) ما رأيك في هذه الجمعية تهتم ببناء المساجد وتحفيظ القرآن وكفالة اليتامى وكفالة الدعاة إلى الله وحفر الآبار ,من الذي يقول هذا ما يجوز كل واحد يقول –يا أخي- هذا عمل صالح كله لكن المشايخ حفظهم الله تعالى لا يعرفون ما بعد هذا .
والواقع أن الأموال التي تأتيهم أصحاب الجمعية لتحارب بها أهل السنة في السودان وفي اليمن نعم وفي أرض الحرمين ونجد وفي أندونيسيا وفي كثير من البلاد الإسلامية .
(مفرغ من الشريط بصوته رحمه الله وهو عندي)

Terjemahan
Berkata penanya: “Sebagaimana yang engkau dengar, sungguh Jum’iyyah Ihya’ At-Turots telah menghubungi sebagian syaikh seperti Syaikh Bin Baaz, Abdul Muhsin Al-Abbad, Ibnu Utsaimin dan Abdurrahman Jibrin. Dan mereka berhasil mendapatkan tazkiyah secara lisan dari Syaikh Bin Baaz Hafidzahullah, dimana beliau menyebutkan bahwa “… ini adalah Jum’iyyah yang bagus, maka bekerjasamalah dengan mereka. Jika mereka bersalah maka jelaskan kesalahan mereka….,” demikian ucapannya secara makna.

Tatkala mereka mendengar apa yang mereka inginkan, lantas mereka keluar ….(kalimat tidak dipahami) seperti syubhat sebagian saudara kita di sana bahwa mereka mengatakan : “…jika Jum’iyyah ini memiliki kejelekan dan kesesatan, lalu bagaimana mungkin direkomendasi oleh para Syaikh ini…”. Maka wahai Syaikh, apa bantahan anda terhadap hal ini?

Jawaban
Syaikh Muqbil ibn Hadi rahimahullah : “Segala puji milik Allah Ta’ala . Semoga Allah Ta’ala memberi shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam, keluarganya dan para shahabatnya.
Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah Ta’ala semata, tidak ada sekutu baginya.Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Siapa yang diberi hidayah oleh Allah Ta’ala maka tidak ada yang mampu menyesatkannya dan siapa yang disesatkan oleh Allah Ta’ala, maka tidak ada yang mampu memberi hidayah kepadanya. Amma Ba’du:

Ulama kita yang mulia –semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga mereka- , lantas anggota Jum’iyyah datang kepada mereka dan berkata: “…wahai Syaikh, kami memperhatikan masalah pembangunan masjid-masjid, membuka madrasah tahfidz Al-Qur’an, menanggung anak-anak yatim, menggali sumur-sumur dan yang lainnya – dari berbagai perbuatan yang terpuji dan saleh -.” “Maka syaikh …..(kalimat tidak jelas), apa pendapatmu tentang jum’iyyah ini, yang memperhatikan pembangunan masjid, tahfidz al-Qur’an, menanggung anak-anak yatim, menanggung para da’i di jalan Allah Ta’ala, menggali sumur-sumur…”. Siapa yang mengatakan ini tidak boleh ? Setiap orang mengatakan –ya akhi- ini adalah amalan saleh semuanya ! Namun, para syaikh tersebut –semoga Allah Ta’ala menjaga mereka- tidak mengetahui apa yang terjadi setelah ini.

Kenyataannya bahwa harta yang sampai ke mereka dari para pengurus Jum’iyyah digunakan untuk memerangi Ahlus Sunnah di Sudan, di Yaman, di bumi Haramain (Mekkah dan Madinah, pen), Nejed dan di Indonesia dan di banyak negara Islam.

(Ini adalah transkrip dari kaset fatwa beliau oleh penerjemah, rekaman ada pada kami – penerjemah)

KESIMPULAN
Kesimpulan dari apa yang difatwakan oleh para Masyaikh –Hafidzahumullah- tersebut adalah bahwa Ihya’ At-Turots adalah yayasan Hizbiyyah, dengan beberapa alasan:
1. Mereka adalah para pembela manhaj Quthbi Takfiri
2. Abdurrohman Abdul Khaliq tetap menjadi Syaikhnya Ihya’ At-Turots dan tetap mulia di hati mereka, walaupun membela kebatilan, membela Hasan At-Turabi, Sayyid Quthb, Hasan Al-Banna, Al-Maududi dan yang lainnya dari para penyeru kesesatan.
3. Menyeru kepada Demokrasi
4. Mereka memiliki bai’at yang namanya diubah dengan istilah “’ahd (perjanjian), atau menaati pengurus yang bertanggung jawab”.
5. Diantara pengurusnya terdiri dari para takfiriyyun, seperti Nadzim al-Misbahi dan yang lainnya.
6. Bersikap loyal kepada Takfiriyyun dan kepada Al-Ikhwanul Muslimin.
7. Menyebabkan perpecahan di kalangan Ahlus Sunnah di berbagai Negara.
8. Memiliki manhaj Sirriy yang tidak diketahui kecuali hanya orang-orang tertentu.
9. Ikut serta dalam berpolitik dan masuk parlemen.

Dengan demikian, jelas tidak diperbolehkan bekerjasama dengan mereka sebab akan mendatangkan kemudharatan dan menyebabkan terjadinya perpecahan. Adapun fatwa para masyayikh yang memberi rekomendasi mereka, hal ini disebabkan karena mereka menyampaikan kepada para masyayikh tersebut perkara-perkara yang sifatnya baik, adapun kebatilan yang ada pada mereka jelas mereka sembunyikan dari para Syaikh Hafidzahumullah tersebut.Wallahul musta’an. (bersambung)

Footnote :
1. (kalimat yang ada tidak fahami,pen)
2. Mudah mengkafirkan orang lain, warisan Sayyid Quthb dan yang semisalnya dari kalangan Khawarij.
3. Yaitu tidak kokoh di atas manhaj yang satu, yaitu manhaj Salaf, namun bermanhaj sesuai kondisi.

(Ditulis oleh al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi. Fatwa dikutip dari rekaman di Sahab.Net. File rekaman ada pada redaksi dan ustadz)

Ditulis dalam Fatwa Ulama | 3 Komentar »

Salafy harus cermat

Ditulis oleh Admin di/pada Oktober 28, 2007

Ana blogwalking, yah, rumit juga. Kondisi salafy menjadi rumit karena butuh kecermatan ekstra agar tidak salah memilih kajian, maupun teman. Kalau dulu, kita akan dengan mudah mendapatkan kajian salafy, sekarang justru sulit untuk menetapkan bahwa suatu kajian benar-benar salafy. Bukan hizbiyah. Tentunya untuk mengetahuinya butuh analisa terlebih dahulu, baru kemudian bisa mengerti.

Di masjid Pusdiklat Dewan Dakwah Indonesia (DDII) rutin diadakan ta`lim yang dihadiri oleh ikhwan/akhwat di daerah Tambun dan sekitarnya. Justru di sana banyak teman-teman ana setelah ana hijrah ke Bekasi dari Purwokerto. Kini menjadi jelas bahwa DDII adalah organisasi hizbiyah karena menerima dana dari yayasan di Timur Tengah. Jadi bingung juga, bagaimana kajian di sana yang kebanyakan hadir adalah ikhwan salafy? Apakah yang hadir tidak menyadari, ataukah memang benar-benar salafy? Tentu saja butuh penelitian kembali tentang ustadz yang mengisi kajian dan manhajnya.

Di Masjid At Taqwa BPN Lippo Cikarang juga mengadakan bedah buku dengan pemateri Abdul Hakim bin Amir Abdat. Beliau juga mendapat kritik tajam dari teman-teman salafy di internet, karena cara-cara Abdul Hakim dalam menjelaskan suatu hadist lebih banyak menggunakan pemikiran sendiri. Sudah seperti seorang syaikh. Padahal yang hadir di ta`lim di masjid At Taqwa tersebut adalah ikhwan salafy di daerah cikarang dan sekitarnya. Seperti menjadi barometernya keberadaan salafy di Cikarang.

Benar-benar kita harus cermat dalam memilih kajian. Semoga Allah subhanahu wata`ala senantiasa memberikan petunjuk kepada kita semua agar tetap menetapi jalannya para salafush sholeh, jalannya ahlus sunnah wal jama`ah.

Apabila teman-teman ada yang bisa share pengetahuan tentunya akan dengan senang hati ana terima, yang ma`ruf tentunya. Sukron.

Ditulis dalam Salaf harus cermat | 19 Komentar »

Ja`far Umar Thalib, apa kabar antum?

Ditulis oleh Admin di/pada Oktober 17, 2007

Pak Ja`far Umar Thalib, apa kabar? Semoga Allah subhanahu wata`ala masih merahmati antum. Semoga tetap menuntun antum untuk menetapi jalan yang lurus yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Kita memang belum pernah berjumpa. Ana juga belum pernah menghadiri kajian antum. Ana cuma mendengar dari ustadz di kampung di Purwokerto maupun teman-teman ana ngaji tentang dakwah antum. Itu dulu tahun 1995 an. Ana begitu kagum dengan kegigihan antum mendakwahkan sunnah. Teman-teman di Purwokerto menokohkan antum. Begitulah.

Hari ini, 12 tahun setelah tahun 1995, ana menjadi kangen ingin tahu kabar antum. Ana memang masih terseok-seok di akar rumput salaf. Cuma masih tersisa tekad, terus berusaha menjadi salaf sejati. Sampai hari ini masih berusaha. Belum bisa untuk menjadi ustadz seperti teman-teman ana yang sudah lulus dari ma`had. Bahkan bahasa yang ana pelajari justru bahasa Jepang.

Dulu ana mengidolakan antum, apalagi saat antum begitu gigih berperang di Ambon. Itu dulu. Yaah itu dulu. Sekarang saat ana kangen, bagaimana kabar antum?

Teman-teman ana yang dulu jual majalah Salafy, sekarang sedianya majalah As Sunnah. Mereka bilang majalah ini lebih bagus. Ana tidak tahu kenapa. Dan ana memang beli As sunnah semenjak itu. Tidak pernah lagi beli majalah Salafy. Sehingga tidak pernah tahu tulisan-tulisan yang antum buat. Waktunya begitu lama sehingga ana tidak tahu perkembangan antum. Kajian yang ana ikuti tidak ada yang bahas masalah hizbiyah. Ditambah ana lagi banting tulang karena tingginya biaya hidup semenjak krisis moneter. yah, ana termasuk yang terseok-seok dalam menetapi slogan ana “Terus berusaha menjadi Salaf sejati”.

Ini adalah 12 tahun setelah tahun 1995, dimana waktu itu ana mulai mengenal nama antum yang begitu sering disebut-sebut dalam forum kajian di kampung. Ini adalah 12 tahun, dimana timbul rasa kangen, karena sepertinya ana kehilangan antum. Orang yang begitu ana idolakan, kagumi, dan berharap suatu saat bisa menuntut ilmu langsung dari antum.

Sepertinya ana semakin jauh dari antum. Ataukah antum yang semakin jauh meninggalkan ana? Itulah mengapa ana jadi kangen padahal kita belum pernah berjumpa. Apakah antum telah mengambil jalan yang berbeda sehingga kita tidak mungkin bersama dalam satu jalan? Seberapa pun cepatnya ana berlari, tidak akan pernah bisa mengejar antum kalaulah memang jalan antum berbeda. Bahkan semakin jauh dan semakin jauh.

Semua teman-teman yang dulu menceritakan antum, sekarang meninggalkan antum. Bahkan murid antum yaitu ust. Afifudin begitu bersemangat memberikan nasihat kepada antum. Agar antum kembali kepada jalan yang pernah antum jalani, dan antum rintis di Indonesia.

Ana sedih sekali …. sungguh, karena sepertinya tidak mungkin kita dalam satu jalan. Semoga Allah subhanahu wata`ala mensudahi ujian antum. lulus atau tidak, semoga Allah mengembalikan antum kepada jalan salaf yang lurus.

Ana tetap berpegang pada slogan “Terus berusaha menjadi salaf sejati” walaupun dengan terseok-seok. Meskipun ana harus kehilangan panutan, tokoh, idola, ustadz, tetap ana berusaha menjadi salaf sejati. Ana harus rela mengenang antum. Bahwa dulu pernah ada god fathernya salaf di Indonesia. Jawaranya dakwah salaf di Indonesia. Yang mana semua gerakan ikhwani dan sururi di Indonesia takut kepadanya. Bahkan dihormati dan disegani oleh kalangan syaikh di timur tengah.

Apakah harus berakhir seperti di atas? Tidak. Ana tidak ingin seperti itu. Itu akan menjadi kenyataan yang sangat menyakitkan buat ana, bahwa ana harus kehilangan orang yang begitu ana idolakan.

Ditulis dalam Ja`far Umar Thalib | 9 Komentar »

Selamat menjalankan Ibadah Puasa

Ditulis oleh Admin di/pada September 12, 2007

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1428 H. Semoga kita semua diberi kekuatan untuk bisa lulus dari puasa ini.

Mari kita berlatih untuk berinfak, beramal sholeh, zakat, sodaqoh selama di bulan ramadhan. Bulan ramadhan bukanlah bulan musim amal sholeh, yang mana apabila musim telah berlalu, maka berlalu pula amalan kita.

Seyogyanya, dengan berlatih di bulan ramadhan maka kita akan terbiasa sehingga setelah melewati Idul fitri, maka kebiasaan itu akan terus berjalan.

Ditulis dalam Selamat Berpuasa | Leave a Comment »